Senin, 21 Oktober 2019

Menyerah Hanya Untuk Jiwa-jiwa Yang Lemah


Menyerah Hanya Untuk Jiwa-jiwa Yang Lemah

Waktu terus berjalan , detik mengejar menit, menit mengejar jam, jam mengejar hari, hari mengejar minggu, minggu mengejar bulan , bulan mengejar tahun dan tahun mengejar kematian. Setiap dari  kita memiliki waktu yang sama 1 tahun dari kita adalah 12 bulan, 1 bulan dari kita adalah 30 hari, 1 hari dari kita adalah 24 jam, 1 jam dari kita adalah 60 menit, 1 menit dari kita adalah 60 detik dan setiap detik yang kita jalani tidak akan pernah kembali lagi. Kita bisa memutar jam dinding atau jam yang ada di handphone kita kebelakang , namun tidak  berarti kita bisa mengulang kejadian yang telah terjadi, bahkan ketika kita memutar jam itu kebelakang waktu tetap berjalan kedepan.

Munculnya Matahari tiap pagi memberikan cahaya dan kehangatan kepada makhluk hidup yang ada di Bumi. Cahaya dan kehangatan itu seakan berteriak kepada manusia ,bahwa setiap harapan akan terwujud ketika kita ingin mewujudkannya. Mereka yang bersemangat dalam mewujudkannya mendengar teriakan itu .Mereka yang pemalas tidak mendengar teriakan itu. Kebanyakan dari kita masih terjebak dengan masalah,situasi tidak mengenakan dan kondisi  yang tidak kita kehendaki . Masalah dan kondisi yang dialami oleh setiap manusia berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membuat kita naik kelas dan naik tingkat selanjutnya.

Masalah silih berganti, itu sudah pasti, karena seleksi alam yang akan bicara , apakah kita kuat untuk menjalaninya atau tersingkir olehnya. Setiap dari kita diberi kemampuan khusus dalam menjalani kehidupannya, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikannya kepada kita supaya kita bisa kuat menjalani kehidupan ini. Jangan mudah menyerah hanya karena keinginanmu tidak langsung dikanulkan atau tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Ingat Seorang guru selalu diam dan mengawasi ketika muridnya sedang mengerjakan ujian. Sama seperti Allah yang diam dan mengawasi ketika hambanya sedang menjalani ujian. Ujian itu bagian dari seleksi apakah kamu pantas untuk menjadi manusi yang kuat dan gigih.

Dunia memang keras , tapi percayalah bahwa kamu lebih Tangguh dari dunia ini. Memang susah melawan dunia ini bahkan kamu akan lebih sering kalah, yang terpenting adalah kamu bangkit untuk berjuang melawan kerasnya dunia supaya kamu tahu jawaban dari akhir bahwa kamula pemenengnya. Jangan menyerah, karena ketika kamu mulai ada rasa menyerah disitu dunia tertawa atas perilakumu yang seperti pecundang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar